Berbagai macam durian Khas Indonesia yang Populer

Berbagai macam durian Khas Indonesia yang Populer, kalau kita ngomong masalah durian bakal gak ada habisnya, sebut aja, durian bhineka bawor, durian montong, durian musangking, durian merah, dan lain-lain.

Berikut informasi berbagai macam durian Khas Indonesia yang populer (sebagian aja lho ya.. yang lain juga populer alias banyak dikenal masyarakat indonesia dan manca negara), selamat membaca dan semoga bermanfaat 🙂

Apakah anda salah satu penikmat buah durian? Yaa buah yang satu ini memang memiliki penggemar karena rasanya yang sangat lezat. Tak heran jika buah ini disebut sebagai rajanya buah atau “King of Fruit”. Di Indonesia, penamaan buah durian disesuaikan dengan wilayah tempat tumbuhnya. Namun ada juga beberapa varietas unggul yang mempunyai nama yang unik. Inilah jenis jenis durian yang populer di Indonesia

Buah Lai

Yang pertama kita ulas ini adalah bukan durian biasa. Durian yang satu ini biasa disebut sebagai buah lai, Buah ini masih satu genus dengan buah durian yang biasa kita kenal. Durian berasal dari kutai, Kalimantan timur. Buah ini juga dikenal dengan nama lain seperti durian kuning, durian ruas, sekawi, dan lain lain. Buah yang merupakan buah endemik Kalimantan ini memiliki daya adaptasi yang cukup luas sehingga dapat ditanam di wilayah lain di luar Kalimantan.Buah lai memiliki beberapa varietas, namun yang sudah diakui sebagai varietas unggulan nasional baru tiga jenis. Yaitu lai batua, lai kutai, lai Mahakam. Untuk lai Mahakam adalah lai varietas unggulan nasional dan dirilis pada tahun 2009. Pohon lai berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 24 meter dan daunnya serupa dengan daun durian lainnya. Daging buah lai berwarna kuning tua, kering, manis dan tidak memiliki aroma menyengat seperti durian pada umumnya.

Sedangkan untuk varietas Mahakam, Dagingnya berwarna merah. Duri pada kulit buah lai pada umumnya besar dan agak jarang. Untuk yang lonjong atau agak bulat dengan warna buah kulit agak kekuningan. Anda ingin mencicipi buah durian tapi tidak kuat dengan aromanya yang menyengat anda mungkin dapat mencoba buah khas Kalimantan ini yang biasanya dijual dengan harga Rp 20 ribu hingga 25 ribu per buahnya.

Sayangnya buah yang satu ini tidak banyak beredar di tanah air. Kita hanya bisa menjumpainya di Kalimantan saja. Walaupun memiliki rasa yang nikmat, anehnya penikmat buah ini tak banyak di daerah sana.

Durian Medan

Kalau yang satu ini anda pasti ketagihan meskipun beraroma cukup menyengat, Ini dia durian medan. Buah yang berduri ini selalu dicari para penggemarnya. Apalagi ada satu ungkapan yang mengatakan bahwa “datang ke medan belum lengkap rasanya kalau tak menyantap durian”. Itulah ungkapan yang pas apalagi kalau anda penggemar berat si buah berduri ini. kenikmatan durian medan memang sudah kesohor kemana mana. Bahkan ada kedai khusus di daerah Jakarta yang menjual durian medan.Beberapa penjual durian yang mengclaim sebagai durian asli medan ini antara lain ada di kawasan Jakarta selatan, Jakarta pusat, dan Jakarta barat. Ukuran durian medan memang tak sebesar durian montong khas Thailand. Namun soal rasa tidak perlu ditanyakan lagi, dijamin dahsyat.

Rasa durian medan umumnya manis, lezat, dan beraroma sangat menggoda. Apalagi durian ini durian yang matang di pohon, bukan hasil eraman dengan karbit. Yang unik lagi dari durian medan adalah tidak pernah mengenal musiman. Kapanpun anda datang ke pulau dengan populasi terbesar ke tiga ini anda akan menemuinya sepanjang tahun. Padahal di daerah lain di Indonesia, musim durian hanya pada saat saat tertentu. Biasanya akhir atau awal tahun. Kabarnya kota medan juga menerima suplai durian dari daerah daerah lain Sumatra utara yang rutin setiap tahun. Ini bisa terjadi karena musim durian di setiap daerah disana tidak sama.

Kalau anda jalan jalan ke medan ada tiga tempat yang terkenal dengan duriannya. Yakni di simpang kuala , kampung lalang, dan pringgan . harganya pun beragam, mulai dari Rp 5 ribu sampai 50 ribu per buah. Kalau anda ingin membawa sebagai oleh oleh, para penjual sudah menyediakan wadah wadah plastic beraneka ukuran untuk tempat durian yang sudah dipisahkan dengan kulitnya. Wadah plastic ini dipilih agar saat dikemas nanti aroma durian tidak menyebar. Karena bagi sebagian orang aroma durian sangat mengganggu. Apalagi aroma durian yang berada di dalam kendaraan atau ruangan yang minim udara.

Durian Petruk

Dari medan kita beralih ke jepara, jawa tengah. disini juga ada durian yang khas, yakni durian petruk. Durian petrok ini juga varietas unggul nasional dan terus diteliti untuk dikembangkan. Asal mula durian ini tempatnya dari duku ranusari, desa tahunan, kecamatan tahunan jepara. Untuk buahnya bulat telur terbalik dengan ujung agak runcing. Kulit buahnya tipis dan warnanya hijau ke kuningan. Daging buah durian petruk berwarna kuning, berserat halus agak lembek, dan rasanya sangat manis. Dan aromanya tidak begitu tajam atau menyengat.Sentra penjualan durian di jepara adalah pasar ngabol persisnya ada di tujuh kilometer sebelum masuk kota jepara dari arah kudus. Tapi jika anda ingin menikmati durian sambil menikmati suasana pedesaan, anda dapat membeli langsung pada pemilik pohon yang tersebar di hampir semua desa di kecamatan tahunan. Setiap tahun di jepara diadakan lomba buah buahan dengan durian sebagai kontestan utamanya. Event ini biasanya diselenggarakan di bulan desember saat musim durian mencapai puncaknya.

Durian Abang

Durian khas selanjutnya datang dari kabupaten paling timur pulau jawa, yakni Banyuwangi. Banyuwangi memiliki durian yang berbeda dengan durian lainnya. Yakni durian abang, keunikan durian abang terletak dari warna daging buahnya yang berwarna merah. Itulah sebabnya buah durian yang satu ini di berikan nama durian Abang. Abang dalam bahasa osing berarti Merah. Selain itu daging buah durian merah juga lebih tebal dan manis. Bijinya pun lebih kecil dengan durian lainnya.Pohon durian merah yang awalnya hanya tiga yang produktif kini sudah ada lebih dari 200 pohon. Dari 63 varian yang berhasil dikembangkan. 11 diantaranya menjadi varian unggul nasional. Anda dapat menemukan durian merah ini di beberapa kecamatan. Yaitu kecamatan Licin, Songgon, Glagah, dan Giri. Pada tahun 2014 pemkab telah membagikan 1000 bibit durian untuk penjual durian dan 1000 lagi untuk ditanamkan di desa kemiren. Hal ini dilakukan agar setiap tahun durian merah bisa di panen.

Durian merah banyuwangi ini telah menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan ada beberapa peneliti asal negeri tetangga datang ke banyuwangi untuk meneliti dan mengembangkan buah tersebut. Selain itu buah durian merah juga telah diekspor ke beberapa Negara tetagga seperti Malaysia, Singapore, brunei, dan Australia. Banyaknya orderan yang masuk dari Singapore pihak pengelolah kewalahan dalam memenuhinya. Wajar saja karena buah durian merah ini paling banyak diburu. Untuk harga buah durian yang di ekspor ke Singapore mencapai Rp 400 ribu per buah dengan berat 2 KG. namun jika warga Indonesia sendiri yang membelinya penjual hanya mematok harga sebesar Rp 120 ribu hingga 300 ribu per buahnya.

Sumber :
http://www.asliindonesia.net/2015/04/aneka-durian-khas-indonesia-yang-populer.html
bibit durian unggul durian bhineka bawor bapak nugroho alas malang kemrajen
Selain buahnya besar, bijinya pun kecil kecil / kempes
Selain buahnya besar, bijinya pun kecil kecil / kempes
Tak ketinggalan Durian Bhineka Bawor, yang mungkin masih jarang orang mengenal, tapi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali masyarakat yang ingin menanam pohon durian bhineka bawor ini. Durian bawor berasal dari alas malang, varietas yang diambil dari durian monthong ini memberikan rasa yang lezat, daging buah tebal serta biji yang kempes-kempes merupakan salah satu ciri-ciri dari buah durian bawor ini
Anda berminat ???
silahkan kontak ke kami di area Kontak Admin atau jika Anda ingin pesan bisa lihat di link pemesanan
Selamat bercocok tanam untuk kita semua , semoga indonesia tambah jaya 🙂

Jual Bibit Durian Unggul, Bhineka Bawor, Monthong, Musangking

Jual Bibit Durian Unggul, Bhineka Bawor, Monthong, Musangking, Yang berminat bisa mampir ke Rumah saya langsung atau order via Telp, yang butuh konsultasi juga silahkan kontak saya, saya siap membantu anda 🙂

”INDONESIA TERBANGUN !! PROYEK PERKEBUNAN DURIAN MONTONG BAWOR SEMAKIN MONCER DAN SEMAKIN BANYAK PROYEK PERKEBUNAN” Continue reading Jual Bibit Durian Unggul, Bhineka Bawor, Monthong, Musangking

Apa benar durian monthong berasal dari Thailand ???

Apa benar durian monthong berasal dari Thailand ??? , ini adalah sebuah pertanyaan yang mungkin menjadi misteri untuk Anda, bagaimana tidak , kita sering mendengar durian Monthong dari thailand, dan kita juga tahu durian monthong rasanya bener bener mak nyuss 😀 hehehe 🙂

Berikut informasi tentang apa benar durian monthong berasal dari Thailand, semoga informasi ini bisa menambah wawasan kita semua 🙂

Benarkah Durian Montong berasal dari Thailand? Pencinta durian pasti mengenal Durian Montong. Jika durian dianggap sebagai “Rajanya Buah”, Durian Montong adalah “Rajanya Durian”. Dan jamak kita dengar tentang asal usul Si Raja Durian ini yang disebutkan berasal dari negara Thailand, bahkan dianggap sebagai buah khas Thailand. Pun tidak sedikit buah Durian Montong yang dijual di Indonesia diimpor dari Thailand. Termasuk anakan atau bibit pohonnya.

Durian Montong menjadi sangat terkenal, termasuk di Indonesia. Bahkan merajai perdagangan buah durian di Indonesia. Jenis durian ini terkenal memiliki rasa manis yang khas dan daging buahnya yang tebal. Setiap tahunnya, Indonesia mengimpor hingga 19 ton buah Durian Montong dari Thailand.

Durian Montong memang salah satu kultivar buah durian yang dikembangkan di Thailand. Namun tahukah Anda, jika sebenarnya plasma nutfah (bibit asli) Durian Montong berasal dari Jawa Tengah, Indonesia?

Ya, varietas Durian Montong Thailand dihasilkan dari pohon durian asli Indonesia. Dr. Ir. Endang Yuniastuti Msi, Peneliti Durian dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, menjelaskan bahwa “induk” Durian Montong adalah Durian Sukun, yang diambil dari Matasih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dari spesies asli Indonesia tersebut lah, Thailand kemudian berhasil mengembangkan varietas unggulan yang kemudian dinamakan Durian Montong.

Anehnya, varietas unggulan tersebut kemudian terkenal dan merajai “per-durian-an” di Indonesia. Mengalahkan berbagai jenis durian lokal Indonesia bahkan varietas durian milik Indonesia. Tambah aneh, ternyata Durian Sukun yang merupakan induk asli Durian Montong malah terancam punah dan hanya tersisa beberapa batang saja di Karangayar.

Durian merupakan nama buah dan tanaman dari Famili Malvaceae yang dikelompokkan dalam genus Durio. Tumbuhan ini asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Indonesia sendiri menjadi center of origin Durian. Indonesia memiliki 20 spesies durian dari total 27 jenis durian di dunia. Kalimantan menjadi pusat jenis durian dengan jumlah spesies mencapai 18 jenis. Disusul Sumatera yang memiliki 7 spesies serta Jawa, Bali, Sulawesi, dan Maluku, masing-masing satu spesies.

Selain buahnya besar, bijinya pun kecil kecil / kempes
Selain buahnya besar, bijinya pun kecil kecil / kempes

Sayangnya Indonesia terlambat dan kurang serius mengembangkan potensi durian yang dimiliki. Kalah jauh dengan dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Thailand. Luas tanaman durian di Indonesia hanya 60 hektare, sedangkan di Thailand dan Malaysia masing-masing memiliki tanaman durian seluas 200 ha dan 120 ha. Indonesia juga kalah dari jumlah varietas unggulan durian yang berhasil dikembangkan. Hingga tahun 2015 ini Thailand dan Malaysia masing-masing telah melepas 172 dan 200 varietas unggulan durian sedangkan Indonesia baru berhasil menciptakan 91 varietas unggul. Padahal Semenanjung Malaya (Thailand dan Malaysia) hanya memiliki 11 spesies asli durian, kalah jauh dengan Indonesia yang mencapai 18 spesies.

Seharusnya dengan kekayaan ragam jenis pohon durian yang dimiliki, Indonesia akan mampu mengembangkan varietas-varietas unggul buah durian yang lebih berkualitas dan terkenal. Apalagi terbukti, Sang Raja Durian, Durian Montong pun berasal dari spesies asli durian Indonesia. Sehingga para pencinta durian dapat menikmati kelezatan Sang Raja Buah ini sambil berbangga; Inilah durian asli Indonesia. Bukannya, durian Thailand keturunan Karanganyar.

Klasifikasi Ilmiah Durian. Kerajaan: Plantae. Filum: Tracheophyta. Kelas: Magnoliopsida. Ordo: Malvales. Famili: Malvaceae. Genus: Durio.

bibit durian unggul durian bhineka bawor bapak nugroho alas malang kemrajen

Asal Usul Nama Durian

Asal Usul Nama Durian, mungkin kita sekarang sudah tidak asing lagi dengan Istilah Durian, buah yang satu ini sangat digemari , tidak hanya di kalangan dalam negeri indonesia saja, di luar negeri juga banyak banget yang menyukai buah ini, tapi ngomong ngomong darimana ya asal nama durian ???, yuk kita simak informasi berikut ini , tentang asal usul nama durian, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda tentang buah durian :).

Apa arti sebuah nama, demikian ucapan yang sering kita dengar mengambil dari seorang pujangga dunia Shakespare. Walaupun hanya sebuah nama, ternyata nama memberi arti penting bagi setiap etnis yang hidup di sekitar sentra durian. Demikian penting arti sebuah nama bagi durian, tidak hanya memberi atribut yang menggambarkan kualitas dan performance dari durian kebanggaannya, bahkan menggambarkan harapan bagi si pemilik durian.

Lima tahun yang lalu ketika saya eksplorasi durian di Banten, seorang penunjuk jalan menceritakan bagaimana pentingnya memberi nama pada setiap pohon durian bagi etnis setempat. Kalau kita ingin memiliki durian yang berkualitas, kita harus member nama durian kita, kata beliau berikutnya. Saya fikir ini agak terbalik dari pemahaman saya bahwa durian yang baik akan diberi nama untuk memudahkan menyebutnya. Beliau melanjutkan ceritanya lagi, etnis banten memberi nama pada durian sesuai dengan hal-hal yang dialami pada saat akan memberi nama. Sebagai contoh ketika akan memberi nama melihat ada pesawat melintas, maka diberi nama durian Kapal, bila yang dilihat anak gadis yang cantik maka duriannya diberi nama durian Geulis. Ada pula durian Potret, karena si pemilik melihat seorang wisatawan memotret duriannya.

Tidak jauh berbeda cara memberi nama durian di etnis Minangkabau. Kebanyakan memberi nama sesuai lingkungan tempat tumbuh tanaman seperti durian Parak Kopi karena tumbuh di kebun kopi (parak=kebun), durian Lereng atau Tebing karena tumbuh di lereng bukit dan tebing. Sehingga kita akan menemui tanaman yang berbeda dengan nama yang sama karena tumbuh di lingkungan yang sejenis. Ada juga memberi nama untuk menghargai nama atau gelar leluhurnya seperti contoh durian Lenggang Kamang atau durian Datuk Sati. Juga nama berdasarkan kejadian yang unik seperti durian Sahalai Sarawa (=selembar celana) karena harga satu durian cukup untuk ditukar dengan sebuah celana. Dan orang lainpun yang memiliki durian yang bagus dan berukuran besar akan member nama sahalai sarawa dengan harapan dapat dijual semahal yang aslinya. Tidak beda pula mereka juga memberi nama berdasarkan tampilan buah miliknya, contohnya durian Taba (=tebal) karena berdaging tebal, durian Kampih (=kempes) karena memiliki biji kempes, dll.

Memberi nama berdasarkan bentuk dan tampilan buah sangat umum di Sumatera Selatan, sehingga banyak sekali disini yang diberi nama durian Tembaga karena warnanya yang kuning tembaga, Kepala Rusa karena berbentuk seperti kepala rusa. Dan yang paling umum adalah durian Bantal, karena ternyata banyak sekali durian yang memiliki bentuk seperti bantal bulat lonjong. Sedangkan yang paling terkenal dari bentuk bantal adalah durian Bantal mas dari Muara Enim. Ada lagi nama yang sangat populer yang menunjukkan atribut ukuran yang besar yaitu durian Bakul, karena dalam satu bakul, keranjang yang dipakai untuk membawa durian, hanya dapat terisi satu atau dua saja, sehingga diumpamakan besarnya seperti bakul.

durian

Tidak jauh berbeda penduduk Sumatera Utara, mereka member nama durian berdasarkan bentuk dan warna daging buah. Durian yang unggul di daerah ini tidak jauh namanya dari durian Emas, yang menggambaran atribut warna daging buah yang keemasan dengan rasa yang pulen. Juga durian jantung yang memiliki bentuk seperti jantung, yang dianggap durian yang paling baik mutunya. Dan nama-nama lain yang menggambarkan atribut buah seperti Kucing Titun karena bentuknya yang seperti kucing tidur. Mengingatkan kita pada nama yang mirip di Madura yaitu durian Se Koceng (=Si kucing).

Lain ladang-lain belalang, lain tempat lain pula cara memberi nama durian. Etnis Dayak di Katingan, Kalimantan Tengah memberi nama durian kebanyakan berhubungan dengan bentuk daging durian dalam satu juring yang mirip udang tidur yang biasa mereka tangkap dari sungai. Dengan bentuk melengkung dengan ruas-ruas pongge dan warnanya yang kuning mirip sekali dengan udang sungai yang masak. Tak heran banyak sekali nama durian Udang, Undang atau Otak undang disetiap tempat di daerah ini. Disamping nama yang biasa diberikan seperti durian Emas untuk durian yang kuning tua dan durian Belunek untuk durian yang berdaging tebal dan lunak.

Sedangkan di Kalimantan Timur, pemberian nama didominasi dengan nama daerah dimana durian tumbuh. Contohnya adalah durian Selisun yang tumbuh di kampung Selisun, durian Aji Kuning berasal dari desa Aji Kuning. Demikian juga durian Lae Mahakam yang berasal dari tepi sungai Mahakam, dll.

Bagi penduduk Papua sangat tabu memberi nama durian dengan nama pemiliknya. Karena mereka berpendapat bahwa tanaman adalah pemberian alam untuk manusia, sehingga tidak selayaknya member nama dengan nama pemiliknya. Bila ini dilakukan seolah-olah mau menguasai pemberian alam.

Umumnya mereka member nama sesuai dengan atribut yang ditampilkan buah, sebagai contoh yang paling umum adalah durian Mentega karena memiliki warna daging yang kuning dan lembut berlemak seperti mentega. Durian susu yang memiliki warna putih susu dengan rasa yang gurih dan creamy. Ada durian Gajah yang berukuran besar, durian Juring Panjang yang memiliki bentuk buah lonjong, dan durian Duri Panjang karena berduri lebih panjang dari rata-rata durian yang lain. Ada juga durian Krakbum, karena duriannya besar, kalau jatuh mengeluarkan suara krak ketika diatas dan bunyi bum ketika mengenai tanah.

Ini juga mengingatkan nama durian dari kalteng Gantar Bumi yang bila jatuh menggetarkan bumi karena ukurannya yang besar.